Drama Surat Cinta Buat Tuhan Astro Oasis

Drama Surat Cinta Buat Tuhan Astro Oasis-Drama bersiri Surat Cinta Buat Tuhan bakal menampilkan gandingan Nora Danish, Remy Ishak dan Fendy Bakry. Drama arahan Yusry Abdul Halim, terbitan Global Station Sdn Bhd. Bakal menemui penonton di Astro Oasis pada bulan Ramadan nanti. 

JUDUL : SURAT CINTA BUAT TUHAN
EPISOD : 15 episod
TARIKH TAYANGAN : Ramadan 2019
SIARAN TV : Astro Oasis
PENGARAH : Yusry Abdul Halim
PRODUKSI : Global Station Sdn Bhd
PELAKON : Nora Danish, Remy Ishak, Fendy Bakry, Datuk Rahim Razali, Dian P Ramlee, Fikhree Bakar, Wan Sharmila, Rahim Omar, Eizlan Yusof

WATAK PELAKON Drama Surat Cinta Buat Tuhan
Remy Ishak sebagai Hezrey
Nora Danish sebagai Nora Danish Imaan
Sharifah Husna sebagai Yasmeen
Fikhree Bakar sebagai Fikrey
Syamim Farid sebagai Nina

SINOPSIS Drama Surat Cinta Buat Tuhan

Review Film Korea Hyung / My Annoying Brother (2016) : Drama Keluarga Wajib Nonton

Sebelum gue nulis review tentang film ini, rasanya gak sah kalo gak fangirlingan dulu haha. Yap! Di film ini ada dua lelaki tampan dari dua generasi yang fans nya buanyak banget di luaran sana. Dan di antara dua lelaki ini, nampaknya gue semakin jatuh cinta sama ahjussi tampan Jo Jung Suk. Jo Jung Suk di film ini sukses meranin karakter muka preman tapi hati Hello Kitty yang awalnya nampak antagonis namun berhasil bikin penonton simpati di akhir cerita.


'Hyung' menceritakan pertemuan kembali antara dua kakak adik, Go Doo Young (Do Kyung Soo) dan Go Doo Sik (Jo Jung Suk) setelah terpisah selama 10 tahun. Go Doo Young terpaksa harus melepaskan karirnya sebagai atlet Judo nasional karena matanya yang menjadi buta pasca kecelakaan saat bertanding. Mendengar kabar adiknya yang kini tengah nestapa seorang diri, Go Doo Sik yang sedang mendekam di penjara karena kasus penipuan, akhirnya merasa seperti menemukan titik terang untuk segera keluar dari jeruji besi.




Dengan air mata buaya dan alasan kedua orang tuanya sudah meninggal dan tak ada yang bisa menjaga sang adik, Doo Sik pun berhasil bebas bersyarat dan menghirup udara bebas. Dengan santai Doo Sik si preman berpakaian necis bak chaebol ini pun pulang ke rumah tempat dia pernah tinggal dulu bersama keluarganya. Ya, Doo Sik sudah lama tidak pulang setelah kabur dari rumah hingga akhirnya terjerat di dunia kriminal.



Saat masuk ke dalam rumah, Doo Sik mendapati adiknya dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Ia tak dapat melihat dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Sehari-hari, Doo Young hanya makan ramyun instan dan rumahnya pun sangat berantakan. Doo Young sangat putus asa dan hilang arah dalam menjalani hidup. Sesekali, Doo Young dijenguk oleh pelatihnya, Soo Hyun (Park Shin Hye). Soo Hyun selalu berusaha buat menghibur dan mengembalikan semangat hidup Doo Young, tapi rasanya usahanya itu belum membuahkan hasil.



Hubungan antara kakak adik ini ternyata nggak begitu baik. Setelah Doo Sik kabur dari rumah, ibu dan ayah mereka sangat menderita hingga akhirnya sakit dan meninggal dunia. Doo Young yang sebatang kara pun harus berjuang menghidupi dirinya sendiri dengan menjadi atlet. Diam-diam rasa rindu pada kakanya yang kabur entah kemana kini bercampur dengan rasa benci. Rasa benci itu kian memuncak saat akhirnya Doo Sik pulang ke rumah dengan keadaan yang kacau, bertempramen tinggi dan selalu marah setiap hari.




Suatu hari, karena membutuhkan uang, Doo Sik yang pemarah berubah jadi sangat baik dan lembut pada Doo Young. Usut punya usust, Doo Sik ingin membeli sebuah mobil mewah dengan memanfaatkan stempel pribadi Doo Young (semacam tanda tangan). Sejak saat itu, hubungan mereka mulai membaik. Doo Sik pun berusaha merawat Doo Young dan membuat semangat hidup dan harga dirinya kembali. 

Karena Doo Sik, Doo Young pun membulatkan tekadnya untuk kembali menjadi atlet dan membuat hyung nya bangga. Malang, saat hubungan dua saudara ini membaik, secara gak sengaja Doo Sik didiagnosa menderita kanker pankreas semester stadium akhir. Lantas, bagaimana dengan Doo Young? Apakah Doo Young berhasil meraih impiannya?


*hati-hati review ini mengandung spoiler*


Review. Jujur awalnya gue ilfil sendiri karena saat gue merasakan kebahagiaan emuncak melihat hubungan yang manis antara kakak adik ini, tiba-tiba aja Doo Sik sekarat gara-gara kanker yang tau-tau udah stadium akhir. Plot nya pasaran banget gak sih? Kenapa si hyung nggak ketabrak mobil terus mati aja sekalian biar emosi yang sudah susah payah di bangun dari awal cerita akhirnya hilang begitu aja ketiup angin? #pyar



Nonton film ini tuh rasanya kayak naik roller coaster. Emosi kita dibikin naik turun-naik turun, tapi uniknya gue menikmati tarik ulur emosi di film ini walaupun plotnya ngeselin bangaaaat #kzlbatgua. Tadinya gue kira ini film komedi, but it turns out to be a melodrama di awal-awal ceritanya. Kemudian, dia berubah menjadi komedi di tengah-tengah cerita, dan berubah lagi jadi melodrama di penghujung cerita. rasanya tuh kayak di php-in gebetan, gimana gak babak belur hati ini, Mas.



Dan, walaupun endingnya sedih banget karena hyung harus meninggal akibat kanker, gue justru ngerasa bahagia karena kehadiran hyung yang brengsek ini berhasil merubah hidup seseorang yang nyaris putus asa karena kehilangan penglihatannya, dalam waktu beberapa bulan saja. Dengan caranya sendiri, dia berhasil mnyelamatkan sang adik dari keterpurukan.

Seburuk apapun hubungan kita dengan kakak atau adik, hubungan darah itu nggak bisa dicuci guys. Mereka akan selalu ada buat menolong dengan ikhlas tanpa ngarep ditraktir bakso atau dipinjemin duit, kapanpun dan bagaimanapun situasinya.





Karakter Doo Sik berhasil jadi center yang oke banget di film ini. Dia adalah sosok hate to love paling gemesin yang pernah gue liat di film Korea. Dia bisa bikin transisi yang halus banget dari seorang mantan narapidana yang pemarah jadi sosok kakak yang perhatian dan melindungi. Kelakuannya gesrek banget, penipu kelas teri dengan senjata andalan air ata buaya. Gue ngakak banget liat tatto di dadanya, tulisannya 'Killing Me Softly' masa xD



Dan Kyung Soo-yaaa, aktingnya makin keren ya. Kece banget ini anak satu. Gue yakin D.O adalah the next big thing di dunia persilatan  perfilman Korea. Rasanya pengen gue karungin dan bawa pulang ke rumah. And then, sorry to say tapi kayaknya peran Park Shin Hye sebagai kochi-nim di film ini rasanya cuma sebagai pemanis aja ya, nggak begitu spesial tapi okelah. Walaupun demikian aku tetap cinta kamu unnie *love*





Overall film ini sangat recommended buat ditonton bareng keluarga. Cukup aman walau ada sedikit segmented scene di tengah film. Sedikit aja kok jadi bisa kamu skip kalo nonton nya sama adik-adik kecil. Jo Jung Suk ahjussi oppa, saranghae.


Score 8,5/10

Review Drama Korea The Legend of Blue Sea (2016) : Lebih dari Sekedar Kisah Putri Duyung

Finallllllllyyyyyyyy Min Ho oppa is back with his new drama wohoooooo! Setelah sukses meranin tokoh anak SMA kaya raya di 'The Heirs', kali ini Lee Min Ho bakal meranin tokoh ‘orang dewasa’ yang sesuai dengan umurnya dia haha, dengan karakter yang sangat berbeda dibanding peran-peran dia di drama sebelumnya. Di sini, doi berperan sebagai seorang pria licik yang berprofesi sebagai penipu profesional. Sebuah karakter yang cukup nakal dan menantang buat Lee Min Ho yang biasanya memainkan karakter protagonis yang sempurna tanpa cela.

 
Bisa dibilang, drama ini adalah drama yang paling dinantikan di akhir tahun 2016. Drama ini jadi most anticipated bukan tanpa alasan ya bok. Katanya, biaya pembuatan per episodenya tuh sampe sekian milyar Rupiah, yang katanya sih dua kali lipatnya budget 'Descendant of The Sun'. Cast nya pun istimewa.  Selain mas ganteng Lee Min Ho, drama ini juga jadi comebacknya mbak Jun Ji Hyun pasca melahirkan anak pertama. Gue ga paham kenapa setelah jadi emak-emak badannya tetep luangsing malah justru makin bagus huhu :( Dunia ini sungguh tak adil. 

 

Mengangkat genre fantasy, romance dan comedy, drama ini punya premis kisah cinta antara manusia dan seorang mermaid.  Klise memang, karena drama ini diangkat dari sebuah cerita rakyat atau legenda putri duyung dari jaman Joseon di Korea yang juga sangat populeeeeerrr dalam bebagai versi di seluruh dunia.

Awalnya gue sempet males karena kenapa pasca hiatus panjang, mas Min Ho dan mbak Ji Hyun memilih drama dengan cerita cheesy macam putri duyung yang jatuh cinta sama manusia. Dan ternyata, gue salah besar haha karena drama ini tuh kece parah ya Tuhan alam semestaaaaa!!!

 


Sinopsis. Drama ini memiliki dua latar waktu berbeda, yaitu di era Joseon dan masa kini. Di era Joseon, keberadaan kaum mermaid masih menjadi mitos yang diragukan keberadaannya. Suatu hari, seorang mermaid bernama Sae Wa (Jun Ji Hyun) ditemukan terdampar di pinggir pantai karena terseret badai. Sialnya, dia ditemukan oleh seorang pejabat licik (gue lupa namanya, diperanin sama bapaknya si Deok Sun 'Reply 1988'). Mermaid itu pun ditangkap dan ditahan untuk menjadi tontonan buat para pejabat.

Kabar mengenai putri duyung tersebut sampai ke telinga seorang walikota tamfan bernama Dam Ryung (Lee Min Ho). Merasa kasihan, Dam Ryung yang memiliki ‘kartu As’ si pejabat nackal pun memerintahkan agar Sae Wa kembali dilepaskan ke laut. Sejak itu, hubungan keduanya menjadi erat dan mematahkan mitos bahwa kaum mermaid itu berbahaya karena bisa menghapus ingatan siapapun yang menyentuh tangannya.  Aw aw kalo beneran iya, gue mau dong salaman sama duyung ganteng biar ingatan busuk tentang sang mantan seketika terlupakan. Apaan si *ditabok pembaca hahaha*


Ratusan tahun kemudian, Dam Ryung sang pejabat tampan yang berhati mulia itu telah bereinkarnasi menjadi sosok Heo Joon Jae (Lee Min Ho). Berbeda dengan kehidupannya terdahulu, Joon Jae adalah seorang penipu ulung yang dijuluki Harry Potter oleh teman-temannya. Sebagai seorang penipu, Joon Jae memiliki jiwa yang apatis, licik, dan gila duit. Dia bisa melakukan apapun buat dapetin apa yang dia mau. Kemudian, dengan entengnya dia bakal kabur ke tempat yang jauh buat bersenang-senang.

 

Suatu hari, setelah menipu seorang wanita pengusaha (lagi-lagi gue lupa namanya hehe, diperanin sama tokoh emaknya Kim Tan di 'The Heirs'), Joon Jae pun melarikan diri ke Spanyol. Dasar anak durhaka nih si Kim Tan. Bisa-bisanya nipu emaknya sendiri wkwk.

 

Di sana, Joon Jae bertemu dengan Shim Chung (Jun Ji Hyun), seorang gadis linglung yang tiba-tiba saja nyasar ke kamar tempatnya menginap. Tanpa diketahui Joon Jae, gadis itu adalah seorang mermaid yang berubah menjadi manusia.

 


Sang mermaid yang polos kebingungan dengan dunia manusia, kemudian terus menempel pada Joon Jae kemanapun Joon Jae pergi. Si duyung apes pun kemudian terlibat dalam pelarian Joon Jae yang dikejar-kejar preman karena peekerjaannya sebagai seorang penipu. 


Review. Gilaaaaaaa ini drama konyol absurd paraaaaah!!! Gue harus mengakui kalo persepsi awal gue tentang drama ini ternyata salah besar. Drama ini memang diangkat dari cerita rakyat yang mungkin sudah sangat membosankan buat kebanyakan orang, termasuk gue. Tapi, dia nggak mengangkat cerita rakyat itu mentah-mentah, tapi dipoles dan dimodifikasi dengan sangat cerdas dan membuatnya jadi sebuah cerita yang bener-bener baru.


Cerita tentang mermaid biasanya selalu menghadirkan sosok pria yang sempurna tanpa cela dengan si duyung yang biasanya polos cenderung bego dan teraniaya. Nah kalo ini duyungnya kekinian banget haha. Walaupun polos, Shim Chung sesungguhnya sangat cerdas dan cepat belajar. Uniknya lagi, dia semacam punya kekuatan super yang bisa bikin preman-preman mental ke udara hanya dengan satu pukulan. Berbeda dengan mermaid-mermaid lain yang identik dengan sifat lemah lembut dan anggun, Shim Chung justru sangat quirky dan konyol abis. Bahkan tanpa berdialog pun, dia bisa bikin perut gue sakit saking lucu dan absurdnya kelakuan dia.

 

Heo Joon Jae juga bukanlah sosok pria tampan impian yang sempurna. Dia bukanlah pangeran kaya dari kerajaan yang berkuda putih. Joon Jae adalah lelaki sendu alias seneng duit dengan sejuta akal bulus yang berbahaya. Di balik sepak terjangnya sebagai penipu ulung, Joon Jae punya masa lalu yang menyakitkan tentang ibunya. Kalo diinget-inget lagi, karakter dua tokoh utamanya mirip di film Cina yang judulnya ‘The Mermaid’. Gue pernah review filmnya di sini.

 

Kisah cinta drama Korea rasanya belum lengkap ya kalo belum ada orang ketiga hehehe. Di sini orang ketiganya adalah Cha Sia (Shin Hye Sun). Cha Sia ini punya hubungan yang sedikit rumit dengan Joon Jae. Dia adalah seorang arkeolog yang nantinya bakal membongkar idenitas Shim Chung sebagai mermaid yang selama ini hanya dipercaya sebagai cerita dongeng.

 


Oh ya,di drama ini banyak banget wajah-wajah yang dijamin familiar banget kalo kamu udah sering nonton drama Korea. Ada bapaknya si Deok Sun dan abangnya si Jung Hwan di 'Reply 1988', emaknya Kim Tan di 'The Heirs', ada juga Jr Got7 yang meranin Dam Ryung muda. Ganteng banget gilaaaaaak tolong dong gue butuh oksigen xD Oh ya, ada Shin Won Ho yang pernah main jadi Kang Kyung Joon bareng Suzy di darama'Big'. Ada juga Krystal Jung, Hong Jin Kyung dan Cha Tae Hyun yang ambil peran sebagai cameo di sini. 


Selama nonton 4 episode, gue lumayan dibikin amazed sama visual yang disajikan. Mewahhhhhh banget gitu deh kayak lagi makan bakmi heheu, serasa nonton soap opera. View bawah lautnya juga keren dan niat banget bikinnya, bahkan katanya Ji Hyun eonni sampe hipotermia karena terus-terusan syuting di dalam air, salut sama totalitasnya! Transisi dua jamannya juga terasa halus dan rapi, gue suka sama penggambaran di jaman Joseon yang feels so sad yet beautiful.

 

Jadi kesimpulannya, drama ini sangat layak buat ditonton. Terasa ringan tapi berisi, sampe gue heran sendiri pas satu per satu episode nya selesai ditonton. Satu jam episodenya terasa cepet banget karena sama sekali nggak ngebosenin!

Aaaaaah dijamin bakal baper deh haha nyesel sendiri deh kenapa gue milih nonton on-going karena setelah dibikin ketawa sampe sakit perut di dua episode pertama, gue harus rela dibikin nangis bombay di episode ketiga huaaaa :’( *bukan spoiler* Coba bayangkan, Shim Chung harus berenang dari Spanyol ke Korea dalam waktu tiga bulan demi ketemu Joon Jae *inimah spoiler namanya* Daaan, ini adalah drama terakhir Lee Min Ho sebelum dia berangkat wamil selama dua tahun *penonton mana yang nggak histeris* *kamu harus nonton* *mari kita baper berjamaah*

Score 9/10

all pics were taken from Dramabeans


Review Drama Korea The K2 (2016) : Ketika Wanita Berambisi Mengejar Tahta

Ada pepatah mengatakan bahwa tiga hal paling berbahaya bagi pria di dunia ini adalah harta, tahta dan wanita. Tapi dalam drama The K2, nampaknya 3 unsur keramat di atas nggak hanya berbahaya bagi seorang pria, tapi juga orang banyak. The K2 ini adalah drama terbaru dari tvN yang mengusung genre melodrama dan action


Kayaknya cerita K-Drama dengan bumbu action emang lagi jadi tren ya. Selepas DOTS, W, Scarlet Heart Ryeo, dan sekarang ada The K2 semuanya menjadikan action sebagai bumbu andalannya. Jika DOTS, W dan Scarlet Heart Ryeo meracik unsur action itu dengan romance, The K2 kayaknya pengen menyajikan sesuatu yang lebih kompleks, yaitu politik. 

Buat kamu yang biasa nonton drama romantis kayaknya bakal mikir ulang buat nonton drama ini karena konfliknya yang terlihat berat. Bawa-bawa politik gitu ya. Udah pasti isinya nggak jauh dari perebutan kekuasaan, persaingan dan konspirasi. But everyone loves a conspiracy right? Haha iya dong, emak gue apalagi :p


Sinopsis. Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan presiden lama, Korea Selatan akan segera mengadakan pemilihan presiden yang baru. Salah satu calon yang dianggap paling kuat adalah Jang Se Joon (Jo Sung Ha). Salah satu faktor yang membuat nama Jang Se Joon begitu bersinar adalah karena istrinya, Choi Yoo Jin (Song Yoon Ah). 


Choi Yoo Jin dikenal sebagai wanita santun dan berkarisma. Ia juga sangat perhatian pada suaminya dan pintar mengurus keluarga. Citranya sebagai wanita teladan yang terhormat pun membuat dirinya sangat diharapkan oleh masyarakat untuk menjadi first lady selanjutnya.

Namun, di balik citranya sebagai wanita santun dan terhormat itu, Choi Yoo Jin adalah rubah licik yang tak ragu menghalalkan segala cara untuk menebus ambisinya. Yoo Jin sangat berambisi untuk menjadikan suaminya orang nomor satu di Korea Selatan sehingga ia pun bisa menjadi wanita paling dihormati di negara itu. Berbagai intrik dan strategi kotor pun dilancarkan untuk merebut simpati masyarakat. Salah satu senjata andalannya untuk mencapai tujuan itu adalah Go Anna (Im Yoona).


Anna adalah seorang mantan selebriti yang ternyata anak haram Jang Se Joon. Selama ini identitas aslinya terus disembunyikan. Ia hidup dikelilingi banyak tekanan dan kepentingan politik. Memiliki masa kecil yang kelam, Anna juga harus menerima kenyataan ditinggal mati oleh ibunya dengan cara yang tragis. Hingga kini, Anna selalu menganggap bahwa dia adalah penyebab kematian sang ibu. Karena kejadian itu, Anna tumbuh menjadi pribadi yang menutup diri hingga menderita panic disorder atau gangguan kepanikan.


Di lain kisah, Kim Je Ha (Ji Chang Wook), adalah seorang tentara di bawah pasukan khusus JSS. Ia dikenal sebagai agen handal dengan kemampuan bela diri yang hebat hingga dijuluki sebagai K2. Sayangnya, karir cemerlangnya harus berakhir karena sebuah insiden hingga menjadikannya sebagai buronan. Karena suatu hal, kemampuan Je Ha menarik perhatian Yoo Jin yang kemudian merekrutnya menjadi pengawal pribadi. Selanjutnya, Je Ha dan Anna akan membongkar topeng malaikat yang selama ini melekat pada sang calon ibu negara.


Review. Baru nonton tiga episode drama ini udah bikin capek wahai pemirsa. Capek karena ngikutin plotnya tuh bener-bener menguras pikiran dan tegang banget karena hampir gak ada breakdown sama sekali. Emosi dan adrenalin bener-bener dibikin naik bahkan sejak episode pertama. Tapi seru kok, lumayan buat selingan dari drama-drama romance yang dosis gulanya tinggi-tinggi banget itu.

Eh ternyata, drama ini penulisnya sama dengan drama Yong Pal. Mungkin itulah kenapa gue merasakan atmosfir yang nggak asing waktu nonton drama ini. Ji Chang Wook kayaknya emang udah punya charm yang bagus di genre action sejak drama 'Healer' tahun lalu. Dan katanya, di drama ini dia ngelakuin semua adegan sendiri lho, alias gak pake pemeran pengganti. Hebat ya oppa satu ini.


Gue juga impressed banget dengan aktingnya Yoona yang sangat berkembang dibanding drama-drama sebelumnya. Kalo nggak salah, baru kali ini doi dapet peran dengan 'beban' yang lumayan berat. Yoona biasanya main drama dengan konflik sebatas cinta-cintaan, dan sekarang dia harus meranin tokoh dengan masa lalu kelam dan bahkan punya gangguan kejiwaan. 

Buat kamu yang suka gemes sama tokoh antagonis yang jahatnya kayak setan, wajib banget nonton drama ini haha. Siap-siap dibikin keki sama Choi Yoo Jin yang di balik tampang polos tanpa dosa itu ternyata lebih mematikan dari temen yang suka pinjem duit di tanggal tua hahaha.


Oh ya, gue harus bilang kalo gue nggak nemuin sesuatu yang baru dari aktingnya Ji Chang Wook. Mungkin karena perannya gak beda jauh dari drama sebelumnya, 'Healer'. Aktingnya emang bagus, tapi rasanya nggak begitu istimewa. Mungkin ke depannya doi bisa mencoba peran-peran lain yang gak terlalu mirip dengan karakternya di drama ini. 

Di balik konfliknya yang berat, drama ini memberikan bonus yang cukup memanjakan mata karena mengambil setting di Barcelona. Angkat jempol deh buat PD-nim-nya yang niat banget bikin drama ini sampe jauh-jauh ke Spanyol padahal dia nggak tayang di stasiun utama.



Dibandingkan DOTS yang actionnya terasa lebih kalem karena diimbangi unsur romance yang bikin gigit-gigit bantal, The K2 kayaknya lebih mengedepankan permainan adrenalin dengan unsur action dengan segala intrik, konspirasi dan perebutan kekuasaan yang dijamin emak-emak pasti suka. Gue pribadi sebenernya nggak begitu demen dengan genre drama seperti ini, tapi dari tiga episode pertama yang udah gue tonton, nampaknya drama ini oke juga buat diikutin. Mungkin karena baru 3 episode, kita tunggu saja apakah Anna akan terlibat asmara yang gemesin dengan Je Ha ;)

Score 7,5/10

My Favorite Korean Singers This Lately

Bicara soal K-Pop emang nggak ada habisnya ya. Tiap bulan ada aja rookie baru bermunculan dan menambah warna baru dalam musik K-Pop. Sampe sekarang, dunia per-KPop-an ini rasanya masih didominasi sama groupya, baik itu boy group atau girl group. Kalo gue bilang, musik yang mereka usung masih sebelas dua belas aja, serupa tapi tak sama alias sami mawon alias seragaman. Genre electronic dance dan semacamnya ini akhirnya jadi semacam ‘pakem’ yang dipegang sama tiap group. Bisa dipastikan, group apapun itu dan bagaimanapun konsepnya, genre satu ini udah jadi menu wajib yang harus mereka jajal.

Nah, terlepas dari hiruk pikuk persaingan boy dan girl group, sebagai penikmat K-Pop gue justru lebih suka sama para solois. Seriously, karya-karya solois yang lebih ‘idealis’ rasanya lebih awet di kuping dan hati gue, ketimbang lagu boy/girlgroup yang cuma enak didenger sekilas doang. 

Biasanya, lagu-lagu itu selalu berakhir di recycle bin karena satu alasan : bosan. Bukan berarti gue nggak menghargai karya para boy/girlgroupya. Gue selalu suka dan menikmati penampilan paket komplit mereka mulai dari lagu, konsep, koreo, dan MV nya di setiap comeback. Tapi ya, biasanya sukanya tuh cuma ‘sesaat’. Lagu mereka selalu jadi most played gue sejak dia rilis tapi nggak bisa bertahan lama. Beda dengan lagu para solois yang bisa bertahan lebih lama, bahkan ada lho lagu yang masih betah aja nongkrong di playlist sejak gue SMA sampe sekarang nggak pernah tuh dicoret dari playlist :)

Oke, jadi siapa aja sih solois yang jadi favorit gue? Ini dia listnya.

IU


Yep! Rasanya si cantik satu ini udah jadi idola sejuta umat ya. Walaupun udah menjajal banyak genre mulai dari ballad, dance, EDM, acoustic sampe trot, lagu-lagu IU selalu membekas di hati. Gue udah ngikutin IU sejak jaman dia debut dengan lagu-lagu balladbernuansa suram yang jadi statementdia dulu. Lepas dari lagu bernuansa dark, IU mulai menjajal genre pop dance yang lebih ceria ala dedek gemes yang jadi tren di tahun 2010an. 

Lagu-lagu acoustic dia juga enak-enak. IU juga pernah nyanyi lagu dengan musik ala orchestra. Sampe yang terbaru dia mencoba genre EDM, dan hasilnya selalu enak! Salah satu lagunya dia ‘I Don’t Like Her’ masih tetep jadi ringtone hp gue sejak jaman pake hp Nexi*n tombol qwerty sampe pake hp Sams*ng yang lebarnya cukup buat ngiris bawang. Terlepas dari berbagai isu miring tentang plagiarism dan apalah itu namanya, gue tetep cinta mati sama lagu-lagunya IU hehe.

Ailee


Penyanyi bohay Ailee juga sukses merebut perhatian gue sejak pertama dia debut dengan lagu ‘Heaven’. Seperti halnya IU, Ailee juga udah beberapa kali pindah genre dari pop, RnB, dance/EDM, dan balik lagi ke RnB. Gue paling suka sama lagunya ‘Evening Sky’. Rasanya tuh sentimental plus emosional plus nyakitin banget haha. Ada sedikit nuansa lagu-lagunya Taylor Swift pas jaman rambutnya masih panjang keriting dulu. Banyak juga yang bilang kalo Ailee adalah Beyonce-nya Korea. Mungkin karena style musiknya mirip-mirip ditambah vokal yang powerful. Selain ‘Evening Sky’, gue juga suka ‘Higher’yang jadi lagu kolaborasi dia sama Yiruma. Daaan,walaupun udah berapa kali pindah genre, setiap lagu dia tetep ada ‘rasa Ailee’nya, itu yang bikin gue betah ngikutin setiap projectnya Ailee.

Dean


My favorite singer from Korea this lately is Dean! Iyaaa, Dean yang kolab sama Taeyeon di lagu ‘Starlight’ itu. Sebenernya gue udah suka sama Dean jauh sebelum namanya terekspos karena duet mautnya sama Taeyeon. FYI, Dean ini sebelumnya lebih dikenal sebagai pencipta lagu buat beberapa artis, sebut aja VIXX dan EXO. His taste of music sedikit mengingatkan sama lagu-lagunya Maroon 5, but its okai. Suaranya empuk banget guys, enak deh kalo didengerin sebelum tidur. Coba deh dengerin semua lagu dia di album ‘130 mood :TRBL’. Nggak ada yang nggak enak, semuanya enakkkk. Dan gue bersyukur sekali karena anak ini nggak direkrut jadi anggota boyband haha! Sayang banget kalo dia harus berbagi panggung dengan anggota lain dalam sebuah group. Suaranya enak, and his looks is fine tho, masih muda lagi. Duh abang Dean :’)

Lim Kim


Jujur sebenernya gue lebih suka style lamanya Lim Kim dibandingkan sekarang. Musiknya Lim Kim pas jaman debut terasa lebih idealis dan istimewa dibandingkan sekarang yang terdengar lebih mainstream. Sebelum debut solo, Lim Kim ini adalah anggota sebuah group bernama Togeworl. Nuansa musiknya didominasi genre soul, acoustic, dan sedikit jazz. Lagu dia yang masih jadi favorit kuping gue sampe saat ini adalah ‘Rain’ dan ‘Like You Know it All’. Sesuai judulnya, lagu ‘Rain’emang enak banget didengerin pas lagi hujan, sambil memandang ke luar jendela ala video klip gitu haha. Tapi beda lagi ceritanya kalo hujannya hujan petir haha xD Lagu ‘Like You Know it All’ bisa ngasih emosi yang sama waktu gue dengerin lagu ‘Evening Sky’nya Ailee. Emosional tapi melegakan. Menyejukkan sekaligus menyesakkan.

Big Baby Driver


Terdegar seperti nama sebuah group? Bukan, Big Baby Driver ini adalah penyanyi solo wahai pemirsa. Lagunya udah sering wara wiri jadi soundtrack drama, salah satunya ‘The Heirs’. Big Baby Driver punya karakter suara yang khas dan lembut kayak handuk yang udah dicuci pake Dow*y satu botol. Nggak lebay, serius suaranya enak banget dan selau berhasil bikin setiap lagu yang dia bawa jadi enak. Mungkin suaranya nggak sekuat Ailee ataupun IU yang bisa loncat-loncat dari nada rendah ke nada tinggi. Suaranya terasa sederhana tapi menenangkan.

Tearliner


Nah kalo buat yang satu ini, gue masih bingung apakah dia ini sejenis komposer atau penyanyi wkwk. Seringnya sih dia bikin aransemen musik gitu, tapi kadang suka nyanyi juga. FYI, dulu Tearliner adalah sebuah band dengan formasi 6 orang personil. Tapi sekarang tinggal ada satu orang dan Tearliner pun berganti konsep menjadi one man band.

Gue selalu suka dengan musiknya Tearliner yang punya auranya sendiri. Sesuai namanya, lagu-lagu Tearliner biasanya bernuansa melankolis dan nostalgic. Gue suka sama setiap feel yang gue dapet dari lagu Tearliner, mulai dari merenungi diri, menerawang, dan serasa melayang ke dunia gue sendiri. Oh ya, lagu-lagu Tearliner juga sering banget dijadiin soundtrack drama Korea. Mungkin kamu udah sering denger lagu dia tapi nggak tau siapa orang yang ada di balik lagu itu. Bisa jadi, dia adalah Tearliner. Oh ya, salah satu soundtrack ‘Cheese In The Trap’ yang dinyanyiin Kim Go Eun juga diaransemen sama Tearliner.

Yerin Baek


Penyanyi muda satu ini awalnya debut bareng Park Jimin di group duo arahan JYP yang namanya 15&. Jujur, gue nggak merasa ada sesuatu yang begitu spesial dari 15& sejak mereka debut. Yerin justru bisa lebih mempesona waktu dia debut secara solo. Yerin punya warna musik yang light dengan nuansa acousticdan jazz. Album perdananya ‘Frank’ lumayan nempel di kuping sampe saat ini.

Emang udah jadi semacam ‘ciri khas’nya JYP yang nggak ngelakuin promo gede-gedean buat solois mereka. Gue jarang banget liat Yerin nongol di acara musik apalagi reality show. Mungkin itulah yang bikin namanya nggak begitu dikenal dibandingkan dengan solois lain kayak IU atau Ailee atau bahkan Taeyeon yang rajin tampil di tipi. Tapi justru itulah sensasinya. Seneng banget bisa mengeksplor lagu-lagu dia dan ketemu orang lain di luar sana yang sama-sama suka dengan lagu Yerin. Yerin juga punya style yang cukup idealis dan konsisten dilihat dari dua albumnya ‘Frank’ dan ‘Bye Bye My Blue’. Lagu favorit gue adalah ‘Across The Universe’ dan ‘His Ocean’. Mungkin selanjutnya Yerin bisa nyanyiin lagu soundtrack drama? I think its gonnabe awesome :)

Oke, jadi siapa nih penyanyi solo favorit kamu dari Korea? Share di sini ya!


Sorry for the long post and this is a potato for you my fanart for IU :)



Review Film Train To Busan (2016) : Permainan Adrenalin yang Emosional

Oke. Di postingan kali ini gue pengen bahas film yang belakangan lagi booming dimana-mana. Yap, Train To Busan. Bisa dibilang ini adalah film zombie pertama dari Asia yang sukses mencuri perhatian penonton global. Penontonnya nggak cuma K-Popers, mereka yang nggak suka K-Pop atau K-Drama pun tertarik nonton. Kabarnya, bahkan film ini jadi buruan para penikmat film di Amerika sana. Sebuah alasan yang cukup menggoda buat nonton film ini, sekalipun kamu nggak suka dengan film bertemakan zombie.


Sinopsis. Seorang anak bernama Soo An (Kim Soo An) adalah korban perceraian yang kini tinggal bersama ayah dan neneknya di Seoul. Ayahnya, Seok Woo (Gong Yoo), adalah seorang pemain saham dengan jadwal super padat dan penuh tekanan. Nggak heran, wataknya pun keras dan sedikit arogan. Soo An sendiri yakin kalo sifat keras ayahnya itulah yang bikin sang ibu akhirnya minggat dan meninggalkan mereka.

Menjelang ulang tahun, Soo An meminta ijin ayahnya untuk pergi ke Busan buat menemui sang ibu. Awalnya Soo An bersikeras buat pergi sendiri, tapi sang nenek berusaha ngebujuk Seok Woo buat pergi nganterin Soo An naik kereta. Jadilah mereka pergi naik kereta cepat menuju Busan.


Bencana dimulai waktu seorang cewek dengan badan lebam dan kaki pincang masuk ke kereta itu. Yep, ini dia bibit zombie yang siap menginfeksi seluruh penumpang. Dimulai dengan menggigit seorang pramugari kereta, hingga akhirnya menyebar ke hampir seluruh gerbong. 

Kereta pun dipenuhi oleh histeria mereka yang panik dan berusaha kabur tanpa tahu persis apa yang sedang terjadi. Perlahan, situasi gawat pun mulai terbaca, kereta itu dipenuhi zombie ganas yang siap menggigit siapa saja. Mereka yang tersisa pun berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai strategi, baik itu saling bekerja sama hingga mengorbankan penumpang yang lain.

Tokoh-tokoh pemegang cerita pun muncul, diantaranya Soo An dan Seok Woo, suami dan istrinya yang sedang hamil besar, pasangan SMA, dua nenek bersaudara dan seorang tunawisma yang bisa jadi orang gila. Bersama-sama mereka berusaha menyelamatkan diri dengan 'senjata' seadanya berikut terlibat konflik batin dan emosi yang rumit.

 

Review. Wow. Itulah reaksi gue setelah nonton film ini. Sangat terkesan berikut ngos-ngosan udah kayak orang habis lari marathon, ditambah uraian air mata yang yang bikin stok tisu lumayan terkuras. Kombinasi yang sangat unik dari sebuah film thriller. Mainin adrenalin iya, ngaduk-ngaduk emosi juga iya. Ini film maunya apa sih bikin hati gue cedera aja :(



Gue salut sama pembagian porsi di film ini yang pas banget. Ada tegang-tegangnya, sedihnya, takutnya, dan ditutup dengan perasaan lega waktu akhirnya ada yang selamat di antara mereka. Gak ada tuh adegan-adegan hardcore khas film zombie macam kepala pecah terus isinya meluber kemana-mana atau perut sobek dan daging manusia yang dicabik dan dikunyah. Visual efek nya juga cukup sederhana tapi lumayan oke. Bisa dibilang film ini sangat simpel buat ukuran film zombie, apalagi kalo dibandingin sama film zombie ala Amerika, dimana para tokoh utama justru menikmati rasa takut kala dikejar zombie. Tapi, justru inilah yang jadi kekuatan Train To Busan. Storylinenya kuat, nggak cuma sekedar kejar-kejaran tapi ada 'isinya'.

Alih-alih dibikin ngilu sama adegan gigit-gigitan, gue lebih ngilu liat bumil dengan perut gede lari kenceng banget waktu dikejar zombie. Belum lagi dia loncat, nyaris ketimpa kereta, dan nyaris kena gigit. Sepanjang film gue jadi berdo'a, ya tuhan selamatkanlah ibu hamil itu. Gue nggak peduli dengan ahjussi tamfan gue Gong Yoo karena katanya dia bakal main drama lagi nanti, tapi selamatkanlah ibu hamil itu. Begitulah kira-kira. Gue juga salut sama Kim Soo An yang bisa menghidupkan tokoh Soo An dengan sangat baik. Aktingnya keren :')

Oh ya, tokoh suami si bumil (gue lupa namanya) justru lebih bersinar di film ini dibanding Seok Woo yang merupakan tokoh utama. Di situasi genting begitu, dia masih sempet becandain istrinya walau akhirnya pengorbanan yang dia lakuin nggak main-main. Pesan moral tentang kasih sayang orang tua juga jadi pemanis banget di film ini. Setiap orang tua pasti rela berkorban apapun demi anaknya, bahkan waktu si anak belum lahir ke dunia. Ah sudahlah, gue jadi kangen emak bapak :')



Overall gue sangat ingin merekomendasikan film ini buat siapapun di luar sana. Buat kamu yang nggak suka K-Drama, buruan nonton! Buat kamu yang nggak suka film jombi-jombian, yaelah cepetan nonton! Buat kamu yang masih ragu nerima cinta dari seseorang, cepetan nonton!!!! Buat para pasangan yang lagi butuh film buat ndusel-ndusel ke ketek pasangannya atau bahkan jones sekalian, buruan nonton!!!!! Jadi, gimana nih produser-nim, saya jadi hired buat marketing kan? :p

Score : 9/10