Showing posts with label TV Show. Show all posts
Showing posts with label TV Show. Show all posts

5 Tren Drama Asing yang Pernah Booming di Indonesia

Tren drama Turki dan india yang saat ini tengah menjadi fenomena di Indonesia telah memberikan warna yang baru di dunia pertelevisian tanah air. Drama-drama dari Negara asing tersebut sukses menyedot perhatian penonton, mulai dari tua sampai muda. Banyak stasiun televisi yang menjadikan serial drama asing sebagai andalan untuk memikat penonton. Kita dapat menontonnya mulai dari siang sampai malam hari, dengan cerita yang bermacam-macam.


Namun jika kita mengulas kembali tren drama asing di Negara kita, bukan hanya drama Turki dan India yang sukses merebut perhatian pemirsa. Jauh sebelum itu, drama-drama dari negeri Amerika Latin yaitu telenovela, eksis menghiasi layar kacar dengan alur ceritanya yang mengharu-biru. Yuk nostalgia sejenak dengan membahas tren drama asing yang dulu sangat digemari! Berikut adalah 5 tren drama asing yang pernah booming di Indonesia.

Telenovela di Era 90-an


Di awal tahun 1990-2000an, beberapa televisi nasional mulai menayangkan serial telenovela. Serial produksi Negara Amerika Latin ini sukses merebut perhatian pemirsa Indonesia khususnya kalangan ibu-ibu.


Telenovela biasanya memiliki jumlah episode yang sangat banyak sehingga dapat ditayangkan hampir setiap hari dengan durasi yang cukup lama. Beberapa telenovela paling populer diantaranya Maria Mercedes yang mulai tayang di tahun 1994, Marimar, Esmeralda, Rosalinda, hingga Carita De Angel. Hayo, sudah mulai kangen belum nih?

Drama Taiwan di Era 2000-an


Generasi 2000-an rasanya belum bisa dibilang gaul jika belum menonton serial Meteor Garden. Drama yang menceritakan kisah cinta diantara 4 pria dan 1 wanita ini sukses menghipnotis pemirsa Indonesia saat diayangkan di salah satu televisi nasional.


Segera setelah Meteor Garden sukses, serial lain pun mulai ditayangkan dan tak kalah sukses. Sebut saja At The Dolphin Bay dan Twins. Beberapa serial tersebut bahkan dibuat versi Indonesianya.

Drama Korea di Era 2005-an


Demam K-Pop ternyata tidak hanya sukses memikat masyarakat Indonesia dengan musik dari para boyband dan girlband, namun juga membawa tren baru menonton drama Korea. Drama Korea biasanya punya jumlah episode yang tidak terlalu banyak, sehingga ceritanya cukup singkat namun biasanya selalu sukses dan dirindukan penggemarnya.


Drama Korea juga kerap mengangkat alur yang unik dengan aktor dan aktris yang rupawan. Tren Drama Korea mulai booming saat ditayangkannya serial winter Sonata, disusul oleh Stairway to Heaven hingga Full House. Walaupun sudah jarang tayang di televisi nasional, demam drama korea sepertinya masih cukup hangat hingga saat ini.

Drama Turki di Era 2010-an


Drama asing yang baru-baru ini sukses menjadi fenomena di Indonesia adalah serial drama Turki. Dimulai ketika serial Elif ditayangkan, serial turki lain pun hadir bagaikan jamur di musim hujan. Demam serial Turki pun mulai melanda Indonesia dan para pemainnya mulai menjadi idola baru. 


Cerita drama Turki yang beragam dengan budaya yang kental dan tak jauh berbeda dengan Negara kita sepertinya menjadi salah satu kunci kesuksesan drama Turki. Beberapa drama Turki yang terkenal di Indonesia adalah Cinta di Musim Cherry, Shahrazat serta Chansu dan Hazal. Saking populernya, drama Turki Elif bahkan telah dibuat versi Indonesianya, dan dibintangi oleh Atalarik Syah.

Drama India di Era 2010-an


Berbarengan dengan demam drama Turki, India juga tak kalah eksis di pertelevisian Indonesia. Drama India mulai ditayangkan di salah satu televisi swasta dan kemudian menuai kesuksesan, bahkan para pemainnya pun dapat mengecap karir di Indonesia.


Drama India bisa kita ikuti mulai dari siang hingga malam hari, dan bisanya menjadi tontonan favorit di kalangan ibu-ibu. Drama India fenomenal di Indonesia antara lain Mahabrata, Naviya, Beintehaa, Veera, hingga yang saat ini tengah menjadi idola, Uttaran. Berapa lamakah tren drama India akan bertahan di Indonesia?


Itulah lima tren drama asing yang pernah booming di Indonesia. Kehadiran drama asing di Indonesia memang menjadi angina segar sehingga tontonan TV menjadi lebih variatif. Namun, alangkah lebih baik jika kita menontonnya dengan lebih bijak dengan tetap mendukung karya-karya sineas dalam negeri agar mereka bisa menjadi raja di negeri sendiri.

Ternyata Naruto dan Harry Potter Punya Banyak Kesamaan Lho!

Siapa tak kenal serial anime populer Naruto dan franchise sukses Harry Potter? Kedua karakter ini sukses merebut perhatian publik dan menyedot banyak penggemar fanatik. Nah, walaupun mengusung cerita yang berbeda antara kehidupan penyihir dan ninja, ditambah lagi keduanya berasal dari dua belahan bumi yang berbeda, ternyata banyak yang merasakan ada persamaan di antara Naruto dan Harry Potter.


Kok bisa sih? Mungkinkah Harry dan Naruto adalah dua saudara yang terpisah seperti banyak diceritakan di sinetron? Hhhmmmm…

Premis / Alur Cerita


Baik Naruto maupun Harry Potter menceritakan tentang seorang anak yang harus menjadi yatim piatu dikarenakan suatu kejadian. Mereka sama-sama tumbuh menjadi anak yang kesepian dan kurang kasih sayang, tapi diam-diam memiliki kekuatan istimewa yang gak dimiliki orang lain.

Jika Harry Potter memiliki bakat tak biasa sebagai penyihir dan bisa selamat dari kutukan mematikan Lord Voldemort secara ajaib saat ia masih bayi, Naruto juga gak kalah hebat karena ia adalah seorang Jinchuriki dengan chakra super yang berbeda dari ninja lainnya. Diceritakan juga perjuangan keduanya untuk menjadi yang terhebat dan melawan musuh-musuh mereka.

Tiga Sekawan


Harry dikenal sebagai satu paket tak terpisahkan dari dua sahabatnya, Ron dan Hermione. Begitu pun Naruto, ia berada di satu tim yang beranggotakan tiga orang bersama Sasuke dan Sakura. Hanya saja, Naruto diceritakan mengalami kesulitan waktu mencoba berteman dengan mereka, sedangkan harry dengan popularitasnya sebagai ‘si anak ajaib’ dapat dengan mudah diterima oleh teman-teman barunya.

Persamaan lainnya adalah dengan adana loveline di antara tiga sekawan. Jika di Harry Potter, Hermione akhirnya menikah dengan Ron. Sedangkan di Naruto, Sakura yang udah tergila-gila sama Sasuke sejak kecil akhirnya berjodoh dengan pujaannya itu. Kisah cinta tak terduga juga datang dari kedua tokoh utamanya. Harry akhirnya berjodoh dengan Ginny, dan Naruto menikah dengan Hinata. Sungguh plot yang bisa dibilang cukup mirip, namun dari segi kisah cintanya, Naruto bisa dibilang lebih rumit ketimbang Harry Potter.

Murid yang Berkhianat dan Menjadi Musuh Utama


Kedua musuh utama dalam Naruto dan Harry Potter adalah seorang murid yang berkhianat. Voldemort dan Orochimaru sama-sama murid di sebuah akademi hingga suatu hari mereka berkhianat dan melarikan diri. Mereka sama-sama terobsesi pada kehidupan abadi dan menghalalkan segala cara biar gak bisa mati selamanya.

Uniknya lagi, baik Voldemort dan Orochimaru sama-sama identik dengan sosok ular. Voldemort punya peliharaan ular yang juga sebuah Horcrux yang menyimpan separuh jiwanya bernama Nagini. Orochimaru sendiri dapat berubah wujud menjadi ular dan juga memiliki seekor ular bernama Manda. Dilihat dari segi fisik, Voldemort dan Orochimaru juga bisa dibilang mirip. Mereka sama-sama berkulit putih super pucat ala cat tembok rumah sakit. Selain itu, mereka juga punya hidung yang sama-sama 'minimalis'. Yang membedakan, jika Voldemort harus puas dengan kepala plontos dan licin, Orochimaru menang banyak dengan rambutnya yang hitam, panjang dan lebat bak iklan shampoo televisi.

Tokoh Hate to Love


Harry Potter memiliki seorang tokoh yang terkesan antagonis di sepanjang serinya, yaitu Profesor Snape. Namun di akhir cerita , justru diungkapkan bahwa Snape adalah pahlawan yang telah mengorbankan seluruh hidupnya dan memiliki peran besar bagi kehidupan si tokoh utama. Snape lah yang selama ini diam-diam menjaga keselamatan Harry dari keganasan Voldemort.
Begitu juga Naruto, diceritakan ada seorang tokoh yang dengan tega membunuh seluruh anggota keluarganya kemudian melarikan diri dari desa. Dia lah Uchiha Itachi, yang tak lain dan tak bukan adalah kakaknya Sasuke. Itachi pun menjadi sosok yang dibenci seluruh penduduk desa dan menimbulkan dendam di hati Sasuke. Namun seiring cerita, Itachi justru menjadi pahlawan karena alasannya membunuh seluruh klan Uchiha adalah untuk menyelamatkan penduduk desa. Sungguh plot twist yang cukup menggelitik bukan?

Organisasi Berbahaya


Baik dalam Harry Potter dan Naruto, sama-sama diceritakan ada organisasi berbahaya dan ditakuti. Di Naruto kelompok tersebut bernama Akatstuki yang doyan banget keluyuran ke sana ke mari dan menebar teror dengan seragam awan merahnya. Di Harry Potter ada Organisasi Pelahap Maut atau istilah lebih kerennya Death Eater, istilah ini adalah sebutan bagi pengikut Voldemort.

Cerita yang Panjangnya seperti Ular Naga


Penggemar Naruto pastinya tahu betul bahwa Naruto memiliki banyak sekali episode, belum termasuk filler yang jumlahnya juga nggak sedikit. Saking panjangnya, saat ini Naruto bahkan diceritakan sudah punya dua anak bernama Boruto dan Himawari. Kisah mereka masih akan terus berlanjut karena masih banyak ‘misteri’ yang belum terpecahkan, di tambah lagi Naruto masih bisa dibilang ‘laku’ dan banyak penggemar.

Begitu juga Harry Potter. Walaupun tak sepanjang episode Naruto, namun kisah Harry dan kawan-kawan berlanjut hingga mereka memiliki anak. Harry dikaruniai tiga orang anak. Kisah harry Potter sendiri sebenernya ‘masih belum tamat’ dengan rencana dirilisnya prekuel Harry Potter menjelang akhir tahun 2016.

Itulah beberapa kesamaan yang dimiliki serial Harry Potter dan Naruto. Keduanya sama-sama sebuah mahakarya yang melegenda bukan? Buat kamu yang ngikutin kisah mereka sejak SMP sampai sekarang mungkin udah mulai kerja sih pasti tau banget gimana rasanya. Masih ada kesamaan lain nggak nih? Ada yang mau nambahin?

Yuk Kenalan Dengan Pemeran Princess Hours Versi Thailand!

Thailand sepertinya lagi keranjingan me-remake drama Korea yang udah duluan sukses di pasaran ya chingu. Setelah sukses dengan remake 'Playful Kiss' dengan judul Thailand-nya 'Kiss Me', Halo Entertainment kembali hadir dengan kabar akan dirilisnya 'Princess Hours' versi Thailand. Kabar itu sendiri dirilis lewat akun Instagram Halo Entertainment di sini. Dan it's so sad gue gak ngerti tulisan Thailand yang keriting semua itu, jadi gue gak ngerti juga mereka ngomong apaan T_T


Feels so nostalgic banget ya, it's been a decade sejak 'Princess Hours' dirilis tahun 2006 lalu. Cukup susah buat gue untuk move on dari drama ini, dan tiba-tiba setelah 10 tahun berlalu gue pun kembali dibuat baper dengan kabar dirilisnya Princess Hours versi Thailand. Mau nonton dimana coba entar T_T

Oke kita lanjutkan. Princess Hours menceritakan seorang gadis dari rakyat biasa bernama Shin Chae Kyeong, yang harus menikah dengan putra mahkota, Lee Shin, karena suatu perjanjian dari sang kakek di masa lalu. Versi aslinya diperankan oleh Yoon Eun Hye dan Joo Ji Hoon. Drama ini terbilang sukses gak cuma di Korea, tapi juga beberapa negara di Asia termasuk Indonesia. Dan drama ini pun masih sukses mengaduk-ngaduk hati gue sampe sekarang, dan terus-terusan baper tiap kali gue nonton ulang ataupun dengerin lagu-lagu soundtracknya. Time flies so fast ya chingu, sekarang gue udah lulus kuliah aja dan Joo Ji Hoon juga udah jadi ahjussi. Secara gue nonton drama ini waktu jaman SMP :p



Gue masih belum tau gimana alur cerita versi Thailand nya, apakah benar-benar remake total atau ada perubahan alur. Yang jelas gue excited banget, dan pemeran versi Thailand nya juga kece-kece. But i have no idea about pemeran Shin. Shin itu orangnya dingin dan songongnya gak ketulungan, tapi pemeran versi Thailandnya agak kurang cocok kalo gue bilang. Ganteng sih,tapi kurang pas gitu. Mungkin harus dimasukin freezer dulu biar bisa nyamain dinginnya Lee Shin versi asli :p

Penasaran siapa saja pemain Princess Hours versi Thailand? Berikut penampakannya.


Tao Sattaphong sebagai Lee Shin


Pattie Ungsumalynn sebagai Shin Chae Kyeong


Bebe Tanchanok sebagai Min Hyo Rin


Phan Pagniez sebagai Lee Yeol

Tao sebelumnya udah pernah main di drama Kiss Me yang juga diproduksi oleh Halo Entertartainment. Sedangkan Pattie udah sering wara wiri di serial Thailand yang juga populer di Indonesia, sebut aja Hormones, Seven Somethind dan Bangkok Love Story. Kalo soal Bebe gue belum tau banyak, tapi kalo Phan Pagniez gue pernah liat dia di Gossip Girl *cmiiw*

Berikut teaser pic Princess Hours versi Thailand.






Gue masih belum tau kapan jadwal tayang drama ini. Yang jelas gue excited dan pngen nonton. Apakah bisa mengalahkan atau minimal menyamai kesuksesan versi aslinya? Me-remake drama yang sukses dan populer emang agak tricky yaa chingu, tapi kalo bisa lebih sukses pasti jadi prestasi tersendiri buat produsernya. Gimana menurutmu?

Ini Dia Para Pemain Elif Versi Indonesia

Setelah sukses menayangkan serial Turki 'Elif', SCTV berencana akan menayangkan sinetron Elif versi Indonesia. Drama yang menceritakan kehidupan seorang anak perempuan yang harus hidup terpisah dengan ibunya ini sukses mencuri perhatian penonton Indonesia. Para pemainnya pun turut mendulang kepopuleran seiring makin maraknya demam Elif di Indonesia.


Nah bagaimana kalau Elif juga dibuat versi Indonesia-nya? Screenplay Production yang juga dikenal rajin memproduksi FTV dikabarkan sedang menggarap sinetron Elif versi Indonesia yang akan segera tayang di SCTV. Karena ini adalah versi Indonesia, tentu saja ceritanya disesuaikan dengan budaya Indonesia, baik nama para pemain maupun latar tempatnya.

Penasaran siapa saja pemain Elif versi Indonesia? Berikut Informasinya.

Nicole Rossi sebagai Elif


Rianti Cartwright sebagai Malike (Melek)



Atalarik Syah sebagai Kenan



Tsania Marwa sebagai Arzu (Istri Kenan)


Velove Meyer sebagai Tasya (Tugce)

 

Citra Kirana sebagai Zainab (Zeynep)





Deri Drajat sebagai Faisal (Feisal)

 

Eksanti sebagai Aisah (Bibi Aiseh)


Rizki Nasar sebagai Salim (Selim)



Bagaimana menurutmu? Sudah mirip-mirip belum dengan pemain aslinya? Tunggu jadwal tayangnya ya!

Bikin Kangen, Ini Dia Tontonan Favorit Kamu Waktu Kecil

Generasi 90’an mana suaranya? Buat kamu anak 90’an, mungkin udah sedikit lupa sama tontonan wajib jaman dulu, terlebih di usia sekarang  yang lagi sibuk-sibuknya ngerjain skripsi, baru lulus, cari kerja, sibuk kerja, sampe yang sibuk cari jodoh :p Yuk bernostalgia sejenak dengan membahas tontonan favorit kamu waktu kecil dulu, kalo belum nonton ini belum gaul deh. Siap-siap kangen ya!

Telenovela



Siapa sih yang gak kenal Pedro dan Ana dari serial populer Amigos? Serial ini dulu sempat booming dan jadi tren di kalangan anak-anak, mulai di desa sampai di kota. Ana yang punya kekuatan super, Pedro yang ganteng kalem, sampe nyona Julia semuanya selalu bikin kamu pengen cepat-cepat pulang ke rumah buat nonton Amigos. Kesuksesan Amigos juga diikuti sama serial Telenovela lainnya mulai dari Carita de Angel, Maria Belen sampe Betty La Fea sukses jadi hits di mana-mana. Hayooo mulai kangen kan?

Serial dan Film China



Masih inget sama anak cowok gendut dengan kacamata buletnya? Yap, dia adalah Boboho. Film-film Boboho sering banget tayang di TV waktu liburan sekolah. Semua tokohnya ikonik dan memorablebanget termasuk pacarnya Boboho dengan rambut bob berponi yang jadi ciri khasnya. Ada juga film Happy Ghost yang lucu, juga drama seri Kera Sakti dan Legenda Si Ular Putih. Hayo siapa yang pengen film-film ini tayang lagi di televisi?

Kartun Amerika


Kalo ini sih udah pasti masih pada inget, karena karakternya masih eksis sampe sekarang. Sebut aja Looney Tunes, Tweety, Mickey Mouse sampe Donald Bebek. Ada juga acara Sesame Street dengan aneka karakter lucunya Elmo dkk. Juga Barney si Dinosaurus ungu yang gendut dan suka menyanyi.

Serial Anime dan Superhero Jepang



Siapa yang waktu kecil pengen jadi Ultramen, Power Ranger, atau Satria Baja Hitam? Kalo anak cewek pasti sukanya sama Sailor Moon atau Hamtaro. Wah emang buanyak bangeet ya anime Jepang yang bikin kangen. Adegan favorit udah pasti waktu para superhero ini berubah :p Gara-gara anime juga pasti kamu pernah ngamuk minta dibeliin gasing Beyblade sama mobil Tamiya ke orang tua :p Biasanya anime suka tayang di TV pas hari minggu mulai pagi sampe menjelang jam makan siang. Hari minggu emang paling betah nongkrong depan TV sambil mantengin kartun kesayangan. Ah, kangen!

Serial India


Masih inget sama drama pensil ajaib Shakalaka Boom Boom? Kamu pasti pernah punya satu pensil ini dan dengan polosnya berpikir kalo gambar yang kamu bikin bakal berubah jadi asli, kayak yang diceritain di film. Padahal sih ngegambar pake pensil ini gak ada enak-enaknya. Selain karena rata-rata pensilnya berat banget, juga kepala pensilnya sayang juga kalo sampe rusak.  Selain pensil ini, pensil fenomenal lainnya adalah pensil Inul, yang harus dillit dulu kalo mau dipake nulis.

Sinetron




Udah paling asik deh malem-malem sambil nyantai nonton serial Jin & Jun, Tuyul & Mbak Yul dengan si Kentung yang selalu gagal maning menangkap si Ucil, Panji Manusia Milenium, sampe Jinny oh Jinny. Ada juga sinetron lain yang gak kalah hits, sebut aja Saras 008, Gerhana, Keluarga Cemara, dan Joshua Anak Ajaib. Dengan kostum serba metalik nan futuristik, kamu pastinya suka gemes sendiri sama para penjahatnya yang gak kalah nyentrik. Ada juga sinetron yang kalo belum nonton belum gaul deh. Apa lagi kalo bukan Di Sini Ada Setan, yang belum apa-apa udah bikin ketar-ketir sendiri, tapi tetep aja di tonton biar besoknya bisa diobrolin sama temen di sekolah :p Selain sinetron, ada juga tayangan musik Tralala Trilili dan acara boneka Susan dan Si Komo juga Si Unyil, yang dibawain sama Kak Ria dan Kak Seto.


Udah deh, kalo dibahas semuanya gak bakal ada habisnya :p Yang pasti semua acara TV ini selalu bikin kangen dan pengen balik lagi ke jaman dulu ya teman, karena tren tayangan TV saat ini udah jauh berbeda sama jaman dulu. Selamat bernostalgia ya!